HARIANRIAU.CO - Sebanyak 31 orang siswa di sekolah yang berbeda di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau putus sekolah akibat dampak pandemi covid-19,.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bintan, Rencana Ginting mengatakan rata-rata penyebab siswa putus sekolah dikarenakan kecanduan gadget dan memilih bekerja.
"Kalau untuk yang berhenti sekolah dari pertama pandemi covid-19 sampai sekarang, ada 25 orang siswa yang berhenti bersekolah, karena kecanduan bermain game online dan memilih berkerja," Jelas Rencana Ginting saat di himpun harianriau.co, pagi. Selasa, (25/5).
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin, sehingga ia mencegah siswanya tersebut untuk tidak berhenti bersekolah. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Kami sudah berupaya keras, mulai dari memanggil orang tua siswa, memberikan dorongan dan motivasi. Tapi, ya tetap saja tidak ada kemauan dari siswa tersebut sampai-sampai melakukan kunjungan, tapi tetap gak mau," imbuhnya di ruangan guru SMA 1 Bintan.
Ia juga menyayangkan karena pembelajaran via daring yang menuntut siswa menggunakan gadget, namun alih-alih digunakan untuk bermain game dan lainnya.
Sementara itu hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Bintan, Tri Wahyu Ningrum ditempat yang berbeda membeberkan sebanyak 6 orang siswa terpaksa berhenti sekolah dimasa pandemi.
Hal tersebut ternyata tidak jauh berbeda, kemungkinan besar hal ini terjadi di setiap sekolah lainnya.
"Wali kelas mengupayakan sedemikian rupa, tapi dari siswa tersebut benar-benar tidak ada keinginan. Kita sebagai guru kurang maksimal dalam melakukan pengawasan sepenuhnya, karena via daring," pungkas Tri Wahyuningrum.
OPPY

